Selamat Datang di Blog kuat.Com

Blog kuat.Com pertama kali dibuat dengan tujuan sebagai sarana informasi bagi peserta pelatihan dan lokakarya perpajakan. Namun seiring berkembangnya waktu, blog kuat.Com tidak hanya memberikan kontribusi aktif dikalangan intern saja, namun bagi masyarakat seluruhnya.

Tax and Accounting Education Service

kuat.Com ikut berperan aktif dalam pengembangan SDM di bidang Akuntansi dan Perpajakan dalam bentuk in house training, seminar, pelatihan dan lokakarya yang didampingi oleh instruktur yang berkompeten dibidangnya.

Aplikasi Berbasis Excel Macro

kuat.Com memiliki kontribusi dalam pembuatan sebuah aplikasi berbasis excel macro dan salah satunya adalah Aplikasi Excel Gaji dan PPh 21. Aplikasi ini dibuat untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat untuk mempermudah dalam melakukan perhitungan dan pelaporan gaji dan PPh 21.

Pelatihan dan Pengembangan SDM

Pelatihan dan Pengembangan SDM di bidang Akuntansi dan Perpajakan dilakukan untuk meningkatkan skill dan update perkembangan kebijakan pemerintah yang berlaku kususnya kebijakan Akuntansi dan Perpajakan.

Sukseskan Tax Amnesty

Marilah sama-sama kita sukseskan Tax Amnesty. Manfaatkan fasilitasnya dengan mengikuti Program Tax Amnesty. Silahkan, hubungi AR anda di kantor pajak tempat anda terdaftar.

Membuat Laporan Keuangan Dengan Aplikasi Akuntansi Majelis dan Organisasi Berbasis Excel

Selamat pagi sobat. Sudah lama saya tidak berbagi posting di blog saya yang saya cintai ini. Bukan berarti melupakan sebuah blog, akan tetapi dikarenakan kesibukan dan keruwetan saya sendiri dalam menjalani aktifitas saya setiap hari. Pada posting-posting sebelumnya saya telah membahas mengenai Aplikasi Gaji dan PPh 21 yang saya buat dengan Excel Macro. Namun pada posting kali ini saya akan membahas mengenai Aplikasi Laporan Keuangan beberbasis Excel. Aplikasi ini saya buat dengan mengunakan dan memanfaatkan fasilitas yang ada di system microsoft excel. Dan saya memanfaatkan fitur-fitur yang ada di microsoft excel yang sangat luar biasa. Aplikasi ini saya beri nama Aplikasi Laporan Keuangan. Karena memang memang saya membuat aplikasi ini untuk kepentingan dalam hal pelaporan keuangan suatu organisasi keagamaan di tempat saya yaitu organisasi Majelis Ta'lim Al-Mudzkarah. Namun, untuk organisasi skala kecil menengah, seperti yayasan, CV dan usaha-usaha kecil lainnya pun dapat menggunakan aplikasi ini. Karena aplikasi ini sudah bisa mengakomodir dasar laporan-laporan keuangan dalam skala usaha. Bagaimanakah aplikasi ini bekerja, berikut ulasannya.

Pajak Penghasilan Saya Dari Luar Negeri Bisa Dikreditkan

Berdasarkan pengalaman saya di tahun 2017, ketika itu saya menerima penghasilan dari Bos saya yang ada di negara Spanyol, ketika dihitung dalam tahun 2017 total penerimaan penghasilan saya yang berasal dari luar negeri adalah sejumlah Rp80,000,000 (Delapan Puluh Juta Rupiah). Otoritas pajak di negara Spanyol mengenakan tarif pajak atas penghasilan orang asing adalah sebesar 55%. Sehingga jika dirincikan, pajak atas penghasilan saya yang saya dapatkan di negara Spanyol adalah Rp80.000.000 x 55% = Rp44.000.000. Waw...sangat tinggi sekali otoritas pajak Spanyol menerapkan tarif pajak atas penghasilan saya. Sehingga saya hanya menerima penghasilan setelah pengurangan pajak yang terutang atas penghasilan saya adalah hanya sebesar Rp36.000.000. Saya berfikir, negara saya tercinta Indonesia ternyata masih memiliki otoritas pajak yang masih bisa dinilai sangat manusiawi. Betapa tidak? Karena pengenaan tarif pajak di negara saya Indonesia atas penghasilan yang diterima oleh orang asing hanya sebesar 20%. Sangat berbeda jauh sekali.

Pada saat musim pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi tahun 2017, yaitu sekitar awal bulan Maret 2018 lalu, saya sudah menyelesaikan laporan SPT Tahunan milik saya pribadi. Namun saya belum laporkan, karena kebiasaan saya adalah setelah saya membuat SPT Tahunan milik saya pribadi, hasil laporan yang saya buat, saya usahakan untuk saya konsultasikan dahulu hasil laporan SPT yang saya buat kepada AR saya. Dengan percaya dirinya saya langsung meluncur bagaikan kuda yang gagah perkasa di pagi hari menuju kantor pajak. Hari masih pagi dan kantor pajak masih sangat lengang. Dan saat itu juga saya temui AR saya di lantai 3. Kebetulan beliau sudah hadir dan saya langsung berhadapan dengannya. Saya sampaikan niat dan tujuan saya untuk bertemu dengan AR saya. Dengan ramah beliau menyambut kedatangan saya, dan setelah berbasa basi, saya langsung serahkan hasil laporan saya. Diperiksanya hasil laporan saya lembar demi lembar. Dag dig dug der hati saya berdegup kencang berharap hasil laporan pajak saya benar tanpa kesalahan. Dan tiba tiba beliau menanyakan salah satu penghasilan saya yang saya peroleh dari luar negeri.

"Maaf pak, apakah benar Bapak di tahun 2017 menerima penghasilan dari luar negeri?" Tanya beliau kepada saya.
"Betul Pak. Apakah ada kekeliruan?" Jawab saya
"Apakah penghasilan tersebut sudah dipotong pajak oleh otoritas pajak di sana?"Tanya beliau lagi
"Sudah pak." Balas saya
"Apakah bapak masih menyimpan bukti pemotongannya?"Tanyanya lagi
"Kebetulan ada pak. Itu saya lampirkan bersama laporan SPT Tahunan saya."Jawab saya
"Kalo begitu, mohon dibetulkan dulu SPT nya Pak. Mohon bapak kreditkan dahulu pajak yang telah dipotong oleh otoritas pajak di sana." Balas beliau. Dan beliau menjelaskan cara mengkreditkan pajak penghasilan atas penghasilan saya yang saya peroleh dari luar negeri. Selain itu beliau juga memperlihatkan Juknis peraturan pengkreditan pajak penghasilan atas penghasilan saya yang saya peroleh dari luar negeri. Dan, dengan letih lesuh lunglai, akhirnya saya pulang untuk membetulkan SPT Tahunan yang telah saya buat. 

Setibanya dirumah, saya langsung membuka laptop dan saya buka juknis pengkreditan pajak atas penghasilan saya yang berasal dari luar negeri. Saya baca dari atas, dan terbaca oleh saya KMK. Nomor 164/KMK.03/2002 tentang Kredit Pajak Luar Negeri. Saya baca dan saya pelajari secara perlahan-lahan sampai akhir. Dan akhirnya saya faham bagaimana cara mengkreditkan Pajak Penghasilan atas penghasilan saya yang saya peroleh dari Spanyol. Nah, buat para pembaca yang belum mengetahui akan hal ini, saya akan menjelaskan bagaimana cara mengkreditkan pajak penghasilan atas penghasilan yang diperoleh dari luar negeri. Dengan mengikuti studi kasus yang saya posting di blog saya ini, saya berharap para pembaca bisa memahaminya, dikarenakan prosedur dan perhitungannya tidak sulit seperti yang dibayangkan. Perhatikan kasus dan ilustrasi berikut ini :

Saya memiliki penghasilan di tahun 2017 sebagai berikut :
  1. Penghasilan dari usaha di Spanyol Rp80.000.000
  2. Penghasilan dalam negeri (Tidak termasuk penghasilan yang dikenakan PPh Final dan atau dikenakan PPh tersendiri Rp800.000.000
  3. Pajak penghasilan yang telah dipotong di Spanyol Rp80.000.000 x 55% = Rp44.000.000
Maka PPh yang harus dibayar di dalam negeri adalah :

Penghasilan Di Spanyol
Rp80.000.000
Penghasilan Dalam Negeri
Rp800.000.000
Penghasilan Kena Pajak
Rp880.000.000
PPh Terutang 12,5%
Rp110.000.000
Kredit Pajak Luar Negeri
=> 80.000.000/880.000.000 x 110.000.000
Rp10.000.000
PPh Yang Harus Dibayar
Rp100.000.000
PPh Pasal 25
Rp100.000.000
PPh Pasal 29
Rp0

Nah, sangat mudah bukan? Meskipun begitu KMK ini memiliki ketentuan bahwa dalam menghitung penghasilan kena pajak kerugian yang diderita oleh Wajib Pajak di luar negeri tidak dapat dikompensasikan dengan penghasilan yang diterima atau diperoleh di Indonesia. 




Cara Membuat dan Mengaktifkan Efin

Cara Membuat dan Mengaktifkan Efin Agar Bisa Untuk Membuat Billing Pembayaran Pajak.

Meskipun, agak telat isi postingnya, namun saya akan tetap membuat posting mengenai aktivasi EFIN ini. Dikarenakan di luar sana masih juga ada beberapa orang wajib pajak yang masih agak kebingungan tentang bagaimana cara membuat dan mengaktifkan EFIN. Menurut pengalaman saya dalam hal membuatkan dan mengaktifkan EFIN milik teman-teman saya, tidak dipungkiri masih ada sedikit kendala. Dan dari pengalaman saya, yang terkadang menjadi kendala adalah terdapat pada jaringan internetnya. Karena untuk dapat mengakses EFIN dibutuhkan yang namanya internet. Jadi kalo memiliki jaringan internet lola-lola gitu, lalu si user yang akan mengaktifkan EFIN memiliki sifat tidak sabaran, sudah pasti pikirannya negatif. Dan timbulnya menyalahkan pajak yang katanya ribetlah, inilah, itulah dan lain-lain. Padahal belum tentu. Bisa jadi dikarenakan jaringan internet kitanya yang lola. Dan mungkin bisa jadi dikarenakan kitanya kurang sabar dalam memahami dan menangani suatu suatu ilmu. Tapi tenang aja sob. Membuat dan mengaktifkan EFIN itu gak sulit seperti yang dibayangkan kok. Menurut saya, membuat dan mengaktifkan EFIN itu "MUDAH".

Nah, pada posting kali ini saya akan mengajarkan bagaimana cara membuat dan mengaktifkan EFIN tersebut. Namun, posting kali ini saya hanya akan membagikan pengalaman saya dalam membuat dan mengaktifkan EFIN secara personal/pribadi. Bisa dibilang, EFIN untuk Orang Pribadi. Nah, apa sih EFIN itu? EFIN atau Elektronik Filing Identification Number merupakan nomor identitas yang dikeluarkan oleh Intansi Perpajakan dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak, yang diberikan kepada masing-masing wajib pajak untuk dapat membuat suatu identitas elektronik, agar wajib pajak dapat melakukan transaksi pembayaran dan pelaporan perpajakan secara elektronik. Seperti pada umumnya adalah membuat Billing Pembayaran Pajak. Karena kita tahu bahwa untuk saat ini sebagai pengganti SSP untuk membayar pajak adalah Billing Pajak. Sehingga setiap transaksi pembayaran dan pelaporan perpajakan yang dilakukan secara elektronik dapat terjamin kerahasiaannya.

Oke sob langsung saja. Untuk dapat memperoleh yang namanya EFIN syarat utamanya adalah punya NPWP dulu. Kalo belum punya, silahkan membuatnya di KPP terdekat. Setelah memperoleh NPWP, lalu ikuti langkah-langkah berikut ini :

  1. Sebelum datang ke kantor pajak, silahkan isi dulu formulir permohonan aktivasi EFIN. Sobat bisa download di Download Formulir Permohonan Aktivasi EFIN 
  2. Setelah itu silahkan siapkan foto kopi NPWP dan foto kopi KTP nya sob. Jangan lupa pada saat akan mengajukan ke kantor pajak, NPWP dan KTP asli dibawa.
  3. Setelah semua siap, datangi kantor pajak setempat. Berpakaian yang rapi dan sopan. Lalu ambil nomor antrian yang khusus untuk aktivasi EFIN. Jika tidak tahu spesifikasi nomor antrian, silahkan baca keterangan di mesin pencetak nomor antrian atau boleh tanya sama scurity setempat secara langsung.
  4. Lalu menuju ruang tunggu sambil menunggu nomor antrian dipanggil, isi waktu luang dengan buka-buka android, main game android, atau boleh juga baca cerita lucu sambil cekikikan sendiri. hehe
  5. Lalu tiba saatnya dipanggil. Sampaikan maksud dan tujuannya jika akan memohon aktivasi EFIN pribadi kepada kasir.
  6. Serahkan berkas permohonan tadi dan tralaaa......jadi deh. Kita akan diserahkan kertas selemba yang berisi nomor EFIN oleh kasir. Simpan baik-baik nomor EFIN tersebut jangan sampai hilang. Jika swaktu-waktu butuh, sudah gk pusing-pusing lagi ngurusnya.
  7. Tancap gas...pulang deh..
Sampai di sini belum selesai. Karena kita masih harus melakukan registrasi secara online di DJP online. Kalo yang sudah punya laptop pake laptopnya. Kalo yang belom punya bisa rental ke warnet, atau gak minjem komputer bos di kantor. Kalo gk punya juga bisa pake android. Tapi kalo android saya belom pernah coba. Tapi harusnya bisa. Karena android sama komputer hampir-hampir mirip.

Untuk memulainya silahkan buka aplikasi browser sobat seperti Mozilla, Crome, atau apalah yang sejenisnya. Kalo saya pake Crome bawaan Google maka tampilannya sebagai berikut :

Browser Crome Bawaan Google

Setelah itu pada kolom Serching Engine, ketikkan "SSE", maka nanti akan muncul daftar pencariannya seperti pada gambar berikut ini :

Daftar Pencarian Yang Muncul
Pilihlah link bertuliskan DJP | Online E Billing - Direktorat Jenderal Pajak / http://sse2.pajak.go.id. Nanti kita akan diarahkan kepada Link SSE2 DJP Online. Nah tampilannya adalah sebagai berikut :

SSE2 DJP Online
Klik aja yang berwarna hijau atau yang bertuliskan ISI SSE. Artinya kita harus melakukan pendaftaran dahulu. Dan akan muncul seperti pada gambar berikut ini :

Form Pendaftaran DJP Online

Pada gambar di atas, isilah NPWP kita tanpa tanda petik, titik, ataupun koma. Isilah angka NPWP kita saja. Lalu, masukkan nomor EFIN yang sudah kita dapatkan dari kantor pajak tadi. Untuk menginput EFIN yang di input adalah angkanya saja. Tulisan EFIN nya gak usah. Setelah itu masukkan kode Capta, dan klik tombol Verifikasi. Jika gagal, ulangi lagi sampai benar-benar berhasil dan muncul seperti pada gambar berikut ini :

Form Registrasi User DJP Online
Jika sudah muncul seperti pada gambar di atas, maka inputlah alamat email yang aktif dan bukan alamat email yang sembarangan. Apalagi alamat email yang kita lupa passwordnya. Jadi sekali lagi alamat email yang benar-benar sudah menyatu sama kita. Lalu masukkan nomor Handphone kita yang aktif.  Bukan nomor handphone yang buat selingkuh ya...? hehe. Lalu buatlah password yang hanya kita saja yang tahu. Dan ulangi lagi passwordnya. Setelah itu klik Simpan. Jika sukses maka akan muncul seperti pada gambar berikut ini :

Registrasi DJP Online Sukses
Jika muncul seperti pada gambar di atas, lalu klik OK. Lalu kita cek email masuk kita. Sebagai contoh isi emailnya adalah sebagai berikut :

Email Dari DJP Online
Klik isi email tersebut, dan akan terbuka isi email seperti yang nampak pada gambar berikut ini :

Isi Email Dari DJP Online
Untuk melakukan aktivasi, klik tautan yang ada di dalam isi email dari DJP Online tersebut. Perhatikan gambar di atas. Ketika saya klik link aktivasinya, maka akan muncul pesan bahwa kita telah sukses melakukan registrasi DJP Online. Dan kita akan diarahkan ke form login seperti yang nampak pada gambar berikut ini :

Form Login DJP Online
Inputlah NPWP kita. Ingat, yang di input adalah angka NPWP nya saja. Lalu ketik password, dan masukkan kode Capta, dan klik Login. Dan tralaaa.....kita sudah bisa mengakses DJP Online dengan identitas kita sendiri. Dan, tampilannya adalah sebagai berikut :

DJP Online
Nah, setelah kita bisa mengakses DJP Online dengan data pribadi kita, maka kita sudah bisa membuat Billing Pembayaran Pajak sebagai pengganti SSP, kita sudah bisa melaporkan SPT secara online. Dan cucok deh. Nah untuk cara bagaimana membuat billing pembayaran pajak, nanti saya akan buatkan petunjuk pada posting lainnya. Demikian posting mengenai cara membuat dan mengaktifkan EFIN ini. Semoga bermanfaat buat sobat kuat.Com semua.  

Cara Gampang Menghitung dan Membuat Laporan Gaji & PPh 21 di Akhir Tahun

Cara Gampang Menghitung dan Membuat Laporan Gaji dan PPh 21 di Akhir Tahun 2017 dengan Aplikasi Berformat Excel Macro.

Selamat sore sobat kuat.Com. Sesuai dengan janji saya pada posting yang berjudul Cara Membuat Laporan Gaji dan PPh 21 dengan Aplikasi Berformat Excel pada kali ini saya akan melanjutkan pembahasan mengenai cara mudah membuat perhitungan dan pelaporan PPh 21 di akhir tahun 2017 dengan Aplikasi Gaji dan PPh 21 V.1.17. Namun bagi sobat pembaca yang belum membaca posting tentang Cara Membuat Laporan Gaji dan PPh 21 dengan Aplikasi Berformat Excel, saya sarankan untuk membacanya dahulu. Agar sobat semua bisa lebih memahami bagaimana cara pengoperasian Aplikasi Gaji dan PPh 21 V.1.17 dengan baik dan benar. Sehingga bisa menghasilkan hasil yang optimal.

Cara Membuat Laporan Gaji dan PPh 21 Dengan Aplikasi Berformat Excel

Aplikasi Gaji dan PPh 21 Versi 1.17 Berformat Excel Untuk Menghitung PPh 21 Bulanan Hingga Tahunan.

Salam sukses untuk sobat kuat.Com semua. Salam ketemu lagi setelah sekian lama saya tidak memposting blog ini. Maklum dikarenakan kesibukan saya. Namun sampai kapanpun saya tidak akan melupakan sobat kuat.Com semua. Harapan saya sobat kuat.Com semua dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin

Perhitungan PPh 21 Atas Tunjangan Iuran Premi Pegawai

Malam sobat...Apa kabar semuanya. Semoga selalu sukses dalam meniti jalan hidup ini. Semoga sobat semua diberikan kelancaran dalam meniti karir, dan juga dilancarkan rezeki serta selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT. aamiin. 

Pada posting kali ini saya akan membahas mengenai konsep perhitungan PPh 21 atas penghasilan/gaji pegawai yang mendapatkan fasilitas tunjangan iuran premi pegawai yang dibayarkan oleh perusahaan. Alasannya karena Ternyata di luar sana masih belum banyak yang memahami perhitungan PPh 21 atas penghasilan/gaji pegawai yang mendapatkan tunjangan berupa Iuran Premi Pegawai yang dibayarkan perusahaan. Terlihat sepele namun jika benar-benar tidak tahu akan mengakibatkan konsep perhitungan PPh 21 menjadi salah kaprah. Dan akhirnya jika diperiksa lebih rinci lagi maka akan berdampak lebih bayar.

Menghitung PPh 21 THR Dengan Aplikasi Excel Gaji dan PPh 21

kuat.Com
Alhamdulillah..sampai saat ini saya masih bisa bertemu dengan bulan yang penuh Rahmat dan Ampunan dari Allah SWT. Semoga saya selalu diberikan kesempatan untuk merasakan sehat dan bisa berbagi kesempatan untuk menyebarkan manfaat bagi sobat-sobat kuat.Com yang sampai saat ini masih setia berkunjung di blog saya. Karena bagaimanapun juga, blog ini tidak akan pernah punya manfaat tanpa kehadiran sobat-sobat kuat.Com semuanya. Saya doakan semoga sobat kuat.Com semuanya selalu diberikan kesehatan dan rizky yang berlimpah oleh Tuhan Yang Maha Esa. aamiin.

Perubahan PTKP Terbaru Tahun 2016

kuat.Com
Apa kabar sobat kuat.Com. Semoga semua sobat kuat.Com sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. aamiin. Apakah sobat semua sudah mendengar kabar terbaru dari pemerintah? Saya yakin sebagian besar sudah mengetahui kabar tersebut. eh iya..tapi kabar apa ya? kabar burung atau kabar angin, atau malah kabar kabur? hehehe...

PPh Pasal 21 Pegawai yang Berhenti Bekerja di Tahun Berjalan

kuat.Com
Salam sukses untuk semua sobat kuat.Com dan salam kemerdekaan untuk semua sobat kuat.Com dari Sabang sampai Merauke. Semoga salam saya menjadi doa bagi semua sobat kuat.Com agar supaya selalu lancar dan lancar dalam mencari rezeki di muka Bumi ini. aamiin

Apakabar sobat kuat.Com semuanya. Saya berharap sobat semua dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. aamiin. 

PPh 21 Tahunan Dengan Aplikasi Excel Gaji dan PPh 21 V.6.16

Apa kabar sobat kuat.Com. Sudah 5 bulan saya tidak posting di blog saya ini. Maklum, karena kesibukan yang melanda diri saya pribadi. Namun saya bersyukur kepada Tuhan YME, bahwa yang melanda diri saya bukanlah banjir hehe.. akan tetapi dilanda kesibukan. Namun dibalik kesibukan saya, saya masih sangat-sangat bersyukur karena saya masih bisa sempat merenovasi dan melengkapi Aplikasi Excel Gaji dan PPh 21 yang saya buat. Dan Aplikasi ini sudah saya uji untuk melaporkan laporan PPh Pasal 21 di akhir tahun 2015. Alhamdulillah, dari kesepuluh pegawai yang saya perhitungkan PPh 21 Tahunannya, hanya satu yg lebih bayar. Maklum hal itu terjadi karena satu pegawai tersebut keluar atau berhenti karena tidak jelas. Sedangkan yang lainnya alhamdulillah nihil. Berikut daftar pegawai yang saya miliki, dan saya perhitungkan dengan Aplikasi Excel Gaji dan PPh 21 versi 6.16.

PPh 21 THR Dengan Aplikasi Excel Gaji dan PPh 21 Dengan PTKP 2015

Apakabar sobat kuat.Com. Semoga sobat kuat.Com selalu sehat dan selalu dilancarkan rezeki dan usahanya oleh Tuhan Yang Maha Esa. aamiin...

Sobat kuat.Com, sebelumnya kita sudah mengetahui bahwa pemerintah akan menaikkan PTKP dari 2.025.000 menjadi 3.000.000 di tahun 2015 ini, namun baru diberlakukan pada tanggal 1 Juli 2015. Perhitungan berlaku surut, artinya perhitungan dengan PTKP baru harus diperhitungkan ulang dari awal masa pajak tahun 2015. Dan mengenai kelebihan bayar akan direstitusikan dan dikompensasikan di akhir tahun pajak setelah Wajib Pajak Orang Pribadi menyampaikan SPT Tahunannya nanti. Mengenai hal ini akan saya jelaskan setelah peraturan dari pemerintah diterbitkan.

Bagi sobat kuat.Com yang telah memiliki Aplikasi Excel Gaji dan PPh 21, sudah bisa mengupdate Aplikasi tersebut. Bagi sobat kuat.Com yang ingin update dan atau bagi sobat kuat.Com yang belum punya dan ingin memiliki Aplikasi ini bisa menghubungi saya di line 0813 1684 5354 atau via email payrollassistantservices@gmail.com. Sebagai capture Aplikasinya saya akan menjelaskan sedikit perubahan kenaikan PTKP di awal sebagai berikut :

Custom PTKP Aplikasi Excel Gaji dan PPh 21
Pada update kali ini, nilai PTKP bisa di edit sendiri di kolom nilai PTKP Setahun. Sehingga jika terjadi perubahan user tinggal mengedit sendiri nilainya.

Selanjutnya saya ingin memposting tentang cara melakukan perhitungan PPh 21 Atas THR dengan menggunakan Aplikasi Excel Gaji dan PPh 21. Mengapa THR? Tentu sobat kuat.Com taulah, saat ini sudah memasuki bulan puasa pada umumnya sebelum cuti Idul Fitri, perusahaan-perusahaan akan membayarkan uang tunjangan berupa THR alias Tunjangan Hari Raya kepada setiap pegawainya. Dan menurut penelitian saya, masih banyak sobat kuat.Com yang belum memahami cara menghitung PPh 21 atas THR. Pada posting sebelumnya saya sudah menyampaikan bagaimana cara menghitung PPh 21 atas THR dan Bonus. Jika sobat kuat.Com penasaran bisa lihat di daftar artikel yang terkumpul di dalam daftar "Seri PPh 21". Atau kalau sobat kuat.Com gk mau repot bisa klik Cara Menghitung PPh 21 Atas THR dan Bonus Jika hanya satu dua pegawai tentunya melakukan perhitungan PPh 21 THR secara manual sangatlah mudah. Namun bagaimana jika pegawainya banyak? Tentunya butuh ketelitian bukan. Untuk itulah saya sengaja membuat sebuah Aplikasi Gaji dan PPh 21 berbasis excel macro untuk membantu sobat kuat.Com dalam membuat laporan penggajian dan PPh 21 nya. Dan salah satu fasilitas yang ada di aplikasi tersebut adalah perhitungan PPh 21 atas THR.

Pada kesempatan kali ini saya akan menunjukkan bagaimana cara melakukan input data penghasilan berupa THR dengan menggunakan Aplikasi Excel Gaji dan PPh 21 V.1.4. Nah bagi sobat kuat.Com yang sudah memiliki aplikasi ini silahkan baca postingan ini dan ikuti petunjuknya.

Perhatikan data kasus pembayaran Gaji dan THR bulan Juli berikut ini :

Data Pegawai dan Data Gaji
Dari data tersebut saya akan melakukan perhitungan PPh 21 atas THRnya. Namun sebelum saya menghitung PPh 21 THRnya, saya akan menghitung PPh 21 atas gajinya terlebih dahulu. Dan hasil perhitungan PPh 21 atas gajinya adalah sebagai berikut :

Data Perhitungan PPh 21 Gaji Dengan PTKP Terbaru


PPh 21 atas gaji sudah kita ketahui. Selanjutnya saya akan menghitung PPh 21 atas THRnya. Dan hasilnya adalah sebagai berikut :

Data Perhitungan Gaji dan THR Dengan PTKP Terbaru

Jreng..Jreng..Jreeennngg.....PPh 21 atas gaji dan THR sudah kita ketahui. Dari data tersebut di atas kita ketahui bahwa kasus tersebut bukan hanya kasus bagaimana menghitunga PPh 21 atas gaji dan THR saja, namun ada beberapa kasus yang perlu kita ketahui. Diantaranya :
  1. Bagaimana menghitung PPh 21 atas gaji yang diterima pegawai yang baru masuk di pertengahan tahun pajak.
  2. Bagaimana menghitung PPh 21 atas THR yang diterima pegawai yang baru masuk di pertengahan tahun pajak
  3. Bagaimana menghitung PPh 21 atas gaji dengan metode gross-up
  4. Bagaimana menghitung PPh 21 atas THR dengan metode gross-up
  5. Bagaimana menghitung PPh 21 bagi pegawai yang mendapat Tunjangan Hari Tua dari perusahaan, dan
  6. Bagaimana menghitung PPh 21 bagi pegawai yang membayar Iuran Hari Tua yang di ambil dari uang gaji peribadinya.