Bagi sebagian besar lembaga pendidikan pondok pesantren, pengelolaan keuangan sering kali hanya berfokus pada pemasukan dan pengeluaran kas harian (arus kas masuk dan keluar). Padahal, seiring berkembangnya zaman, pondok pesantren modern kini tidak hanya mengelola asrama dan masjid, tetapi juga fasilitas yang makin kompleks—mulai dari gedung sekolah, laboratorium komputer, kendaraan operasional, hingga inventaris asrama.
Di sinilah pentingnya memahami konsep penyusutan aset tetap (depreciation). Sering dianggap sepele atau sekadar urusan akuntansi yang rumit, penyusutan sebenarnya memegang peranan krusial bagi keberlangsungan pesantren, baik dari sisi manajemen internal maupun kepatuhan pajak.






