Rumus Excel Jurnal Umum Transaksi Penjualan Terutang PPN Dan PPh 23 Dan Transaksi Lainnya

Salam Kuats Blog! Pada postingan kali ini, saya akan membagikan cara membuat rumus Excel untuk jurnal umum yang bisa untuk transaksi penjualan yang terutang PPN dan PPh 23 yang sangat berguna bagi teman-teman. Rumus Excel ini dirancang khusus untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan, terutama yang bersumber langsung dari pencatatan jurnal transaksi usaha kita sehari-hari.

Agar materinya lebih mudah dicerna dan tidak membingungkan, pembahasan mengenai rumus Excel jurnal transaksi harian ini sengaja saya sajikan secara bertahap atau per bagian. Tujuannya agar teman-teman bisa benar-benar memahami konsep dasar rumus secara mendalam, mulai dari tingkat pemula yang paling sederhana hingga nantinya naik ke level yang lebih rumit.

Pada posting sebelumnya saya sudah posting mengenai rumus excel untuk jurnal transaksi harian yang lebih sederhana. Teman silahkan bisa cek link berikut Rumus Excel Jurnal Transaksi Harian Sederhana Tanpa Debit Kredit Bagian 1 Jadi sebelum lanjut, silahkan teman-teman baca postingan tersebut terlebih dahulu agar bisa lebih memahami dalam mempraktekkan rumus excel untuk jurnal umum terkait transaksi penjualan yang terutang PPN dan PPh 23 pada postingan kali ini. Sebelum lanjut, silahkan teman-teman perhatikan studi kasus berikut ini: 

Misalnya PT. Punya Duit Banyak pada tanggal 01 Januari 2026 melakukan penjualan JKP ( Jasa Kena Pajak ) yang nilainya Rp1.000.000 kepada CV. Doakan Saja. PT. Punya Duit Banyak sudah dikukuhkan menjadi PKP dan wajib memungut PPN sebesar 11%. Selain itu, nilai JKP itu juga terutang PPh 23 yang dipungut oleh pengguna jasa sebesar 2%. Artinya PT. Punya duit banyak akan melakukan penagihan ke CV. Doakan saja sebagai berikut :

Kemudian, pada tanggal 05 Januari 2026 CV. Doakan Saja (PKP) melakukan pembayaran jasa kepada PT. Punya Duit Banyak sebagai berikut :

Nah dari studi kasus tersebut, dapat kita tarik kesimpulan sebagai berikut :

A. Bagi PT. Punya Duit Banyak

  1. PT. Punya Duit Banyak akan menerima pemasukan kas bank sebesar Rp1.090.000
  2. PT. Punya Duit Banyak memiliki kewajiban membayar utang PPN Keluaran sebesar Rp110.000 ke kas negara, karena nilai PPN tersebut adalah PPN milik CV. Doakan Saja yang dititipkan kepada PT. Punya Duit Banyak. Dan tentunya saat membayar PPN Keluaran harus dikurangi dulu dengan PPN Masukan milik PT Punya Duit Banyak yang dititipkan kepada rekanan lain.
  3. PT. Punya Duit Banyak juga memiliki piutang PPh 23 yang dipungut oleh CV. Doakan Saja, dimana nantinya piutang PPh 23 tersebut bisa menjadi pengurang nilai PPh Badan yang terutang kepada PT. Punya Duit Banyak
B. Bagi CV. Doakan Saja

    1. CV. Doakan Saja Banyak akan mengeluarkan kas bank sebesar Rp1.090.000
    2. CV. Doakan Saja memiliki kewajiban membayar PPN Masukan sebesar Rp110.000 yang melekat pada jasa yang dibelinya dari PT. Punya Duit Banyak, dan nantinya PPN Masukan tersebut bisa menjadi pengurang PPN Keluaran yang ada pada CV. Doakan Saja.
    3. CV. Doakan Saja juga memiliki kewajiban membayar utang PPh 23 sebesar Rp20.000 ke kas negara, karena nilai PPh 23 tersebut adalah PPh 23 milik PT. Punya Duit Banyak yang dititipkan kepada CV. Doakan Saja.
    Nah, dari studi kasus tersebut sekarang kita akan lakukan pencatatan kedalam excel jurnal umum dengan memanfaatkan fungsi rumus excel. Namun, pada kasus ini yang akan saya input ke dalam excel jurnal umum adalah transaksi milik PT. Punya Duit Banyak. Sebelum lanjut, silahkan teman-teman buat tabel excel mirip seperti berikut ini :



    Selanjutnya silahkan teman-teman perhatikan tabel excel berikut ini :


    Dari gambar tabel excel tersebut, teman-teman perhatikan ada angka 1 sampai dengan 8 dan tanda panah kebawah. Angka itu untuk menunjuk letak rumus excel di cell excel. Misalnya 1 menunjuk ke Cell E11 dan Cell F11. Sedangkan panah adalah drag ( menarik rumus ). Sebelum teman-teman menginput rumus excel, teman-teman harus membuat data validasi nama akun yang ada di A11 sampai A21 di dalam cell B2 sampai B7 dan cell C2 sampai C7. Karena data validasi ini sangat penting untuk menentukan akun transaksi. Nah, selanjutnya silahkan teman-teman masukkan rumus EXCEL berikut ini sesuai dengan letaknya.

    1. Masukkan rumus excel =C11+SUMIF($B$2:$B$7;A11;$D$2:$D$7) di Cell E11 dan masukkan rumus excel =D11+SUMIF($C$2:$C$7;A11;$E$2:$E$7) di Cell F11 kemudian blok Cell E11:F11 lalu drag atau tarik rumus sampai Cell E21:F21.
    2. Masukkan rumus excel =SUM(C11:C21) di Cell C22
    3. Masukkan rumus excel =SUM(D11:D21) di Cell D22
    4. Masukkan rumus excel =SUM(E11:E21) di Cell E22
    5. Masukkan rumus excel =SUM(F11:F21) di Cell F22
    6. Masukkan rumus excel =F20-E21 di Cell C24
    7. Masukkan rumus excel =SUM(E11:E19) di Cell E24
    8. Masukkan rumus Excel =C24+SUM(F11:F19) di Cell F24
    Setelah teman-teman memasukkan rumus sesuai dengan cell nya, maka tabel excel akan otomatis terinput seperti berikut ini :


    Dari tabel itu, setelah terinput rumus maka di Neraca Saldo akun Kas Bank posisi debit akan terinput nilai 1.000.000, dan akun Modal posisi kredit akan terinput nilai 1.000.000. Selanjutnya inputlah jurnal penjualan seperti studi kasus di atas terutama jurnal penjualan milik PT. Punya Duit Banyak seperti tabel excel berikut ini :


    Nah, dari tabel excel tersebut kita bisa lihat di Neraca Saldo nilai piutang usaha 1.090.000, Kredit PPh 23 20.000, Utang PPN Keluaran 110.000. Kemudian saat CV. Doakan Saja melakukan pembayaran pada tanggal 05 Januari 2026, maka PT. Punya Duit Banyak tinggal mencatat Jurnal transaksinya seperti tabel berikut ini :


    Dari tabel tersebut kita bisa lihat di Neraca Saldo nilai Kas Bank bertambah yang awalnya 1.000.000 menjadi 2.090.000, dan Piutang Usaha pada posisi debit sebesar 1.090.000 dan posisi kredit 1.090.000 yang artinya Piutang Usaha menjadi 0. Nah, agar nilai piutang usaha ataupun akun lainnya bisa menjadi 0 ataupun bisa berkurang dan bertambah sesuai catatan jurnal transaksinya, maka kita harus membuat rumus excel level lanjutnya. Silahkan teman-teman perhatikan tabel excel berikut ini :


    Nah, selanjutnya silahkan teman-teman masukkan rumus EXCEL berikut ini sesuai dengan letaknya sebagai berikut :

    1. Masukkan rumus excel =MAX(SUMIFS($C11:C21;A11:$A$21;A11)+SUMIFS(D$2:$D7;B2:$B$7;A11)-SUMIFS($D11:$D21;$A$11:A21;A11)+SUMIFS($E2:$E7;C2:C7;A11);0) di Cell E11
    2. Masukkan rumus excel =MAX(-SUMIFS($C11:C21;$A$11:$A21;A11)-SUMIFS(D2:D$7;$B2:B7;A11)+SUMIFS($D11:$D21;$A11:A21;A11)-SUMIFS(E$2:$E7;C$2:C7;A11));0) di Cell F11
    3. Kemudian blok Cell E11:F11 lalu drag atau tarik rumus sampai E21:F21
    Dan setelah teman-teman memasukkan rumus tersebut dengan benar maka hasilnya akan seperti pada gambar tabel berikut ini :


    Nah, sekarang teman-teman bisa lihat tabel excel tersebut langsung menyajikan laporan Neraca Saldo yang lebih proporsional. Dengan rumus excel jurnal umum ini teman-teman bisa kembangkan dalam membuat laporan keuangan seperti neraca saldo, laba rugi, neraca dan laporan keuangan lainnya. Dan salah satu aplikasi yang saya buat dengan menggunakan rumus ini adalah seperti Aplikasi Excel Keuangan Dan Pajak Koperasi Sawit yang link videonya ada di bawah posting blog ini. Nah, jika teman-teman mengalami kesulitan teman-teman bisa download materi ini melalui link download berikut Link Download 1 atau Link Download 2

    Demikian postingan tentang rumus excel jurnal transaksi ini. Dan nanti saya juga akan posting tentang rumus excel jurnal transaksi harian yang bagian 3. Silahkan teman-teman tunggu saja. Semoga bermanfaat, wassalam. 

    Salah satu aplikasi excel koperasi sawit yang dikembangkan dengan rumus excel ini




    Share: