PPh Pasal 21 Atas Gaji, THR dan Bonus

Cara Menghitung PPh Pasal 21 Atas Gaji, THR dan Bonus

Salam luar biasa buat sobat kuat.Com semuanya. Semoga kita semua selalu dalam limpahan rahmat dan hidayahNya. Aamiin. Dua minggu telah berlalu dari hari raya Idhul Fitri. Serasa beda menjalani hidup ini. Bulan lalu kita semua sebagai umat Muslim menjalani ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya selalu diberi ganjaran pahala yang berlimpah dari Allah SWT. Hari demi hari berjalan dengan penuh berkah dan ampunan. Sekarang bulan Ramadhan telah berlalu, dan hari-hari dijalani seperti biasa lagi. Penuh aktivitas dan kesibukan kerja yang sangat luar biasa. Dan tentunya perbedaan hari-hari biasa dengan hari-hari di bulan Ramadhan sangat sulit diungkapkan dengan kata-kata. 

Jika kita semua melihat kembali saat-saat akan masuk hari raya Idhul Fitri, tentunya kita semua sebagai pegawai sangat-sangat menantikan libur dan cuti bersama. Selain itu, ada satu lagi yang lebih membahagiakan hidup kita disaat menjelang hari raya Idhul Fitri. Yaitu, kebahagiaan saat kita menerima penghasilan berupa Tunjangan Hari Raya atau biasa disingkat THR. Sebagian besar pegawai ada yang menerima THR satu kali gaji, ada yang setengah dari gajinya, dan bahkan ada yang kurang dari setengah gajinya. Semuanya tergantung dari kebijakan si Pemberi Kerja dan kebijakan masa bakti kerjanya. Yang memperoleh THR satu kali gaji bisa tertawa lebar, yang memperoleh THR setengah dari gajinya hanya bisa tersenyum, yang memperoleh THR dibawah setengah dari gajinya, bisa sedikit tersenyum, dan yang tidak memperoleh THR hanya bisa manyun..hehehe...

Bahkan ada sebagian pegawai yang bisa tertawa girang sampe jingkrak-jingkrak lantaran bukan cuma THR saja yang diperolehnya. Bisa jadi ada 3 jenis penghasilan yang diperoleh oleh sebagian pegawai. Seperti ada pegawai yang menerima Gaji sebulan, THR satu bulan gaji, dan bahkan Bonus. Mantab dah. Bisa kipas-kipas sambil leyeh-leyeh karena persediaan uang untuk hari raya Idhul Fitri sudah bakal terpenuhi.hehehe

Nah, disaat semua pegawai bersuka-cita karena uang banyak, disaat itu pula bagian penggajian pusing tujuh keliling menghitung pajak penghasilan dari masing-masing pegawai. Kalau perusahaan yang pegawainya cuma sedikit siih, bisa enak. Bagaimana jika perusahaan memiliki ratusan pegawai bahkan ribuan pegawai. Cape deeh...hehehe..Selain harus menghitung pajak penghasilan atas gajinya, bagian penggajian juga harus menghitung pajak penghasilan dari THR dan Imbalan lainnya.

Nah, pada posting kali ini saya akan memposting mengenai cara menghitung Pajak Penghasilan PPh Pasal 21 atas penghasilan berupa Gaji, THR, dan Bonus yang dibayarkan kepada pegawai. Sebagai simulasi perhatikan contoh kasus berikut ini.

Kuat Kurniawan bekerja di PT.kuat.Com. Kuat Kurniawan memiliki seorang istri dan 2 orang anak. Anaknya masih kecil-kecil. Selain itu Kuat Kurniawan sudah memiliki NPWP. Pada saat akan memasuki cuti bersama menjelang hari raya Idhul Fitri, PT.kuat.Com membayarkan gaji pokok sebesar Rp3,500,000, tunjangan istri 10% dari gaji pokok, tunjangan anak 4% (masing-masing anak memperoleh 2%) dari gaji pokok, tunjangan pajak Rp100,000, dan tunjangan makan Rp100,000. Sehingga totalnya menjadi Rp4,190,000. Selain itu, PT.kuat.Com memberikan THR kepada Kuat Kurniawan sebesar satu bulan gaji yaitu sebesar Rp4,190,000. Kemudian PT.kuat.Com juga memberikan imbalan berupa bonus kepada Kuat Kurniawan sebesar Rp2,000,000. Kuat Kurniawan tidak mengikuti program Jaminan Hari Tua. Dari kasus tersebut, bagaimanakah konsep pemotongan dan pemungutan PPh Pasal 21 yang dikenakan terhadap semua penghasilan yang diterima oleh Kuat Kurniawan?

Perhatikan table data penghasilan berikut ini !
   
Gaji PokokRp  3,500,000
Tunjangan Istri 10% x Rp3,500,000Rp     350,000
Tunjangan Anak 4% x Rp3,500,000Rp     140,000
Tunjangan PajakRp     100,000
Tunjangan MakanRp     100,000
Tunjangan Hari RayaRp  4,190,000
BonusRp  2,000,000
Total penghasilanRp10,380,000

Besar bukan? Sungguh senangnya jika bisa menerima penghasilan seperti table tersebut. Dijamin tambah bahagialah hati ini menyambut hari raya Idhul Fitri. hehehe. Lalu bagaimana cara menghitung unsur PPh Pasal 21 nya? Itu sangat mudah dan gak usah dipikir lagi. begini caranya.

Untuk menghitung PPh Pasal 21 atas penghasilan seperti table tersebut, tentunya yang pertama kali dihitung adalah PPh Pasal 21 atas penghasilan gajinya dulu. Untuk lebih jelasnya perhatikan table berikut ini !

Gaji Pokok-Rp  3,500,000
Tunjangan Klg
1. Tunjangan Istri  10% x Rp3,500,000Rp     350,000
2. Tunjangan Anak4% x Rp3,500,000Rp     140,000
Jml Tunjangan Klg Rp350,000 + Rp140,000Rp     490,000
Gaji & Tunj. Klg Rp3,500,000 + Rp490,000Rp  3,990,000
Tunjangan Pajak-Rp     100,000
Tunjangan Makan -Rp     100,000
Bruto Sebulan -Rp  4,190,000
Pengurang
1. Biaya Jabatan 5% x Rp4,190,000Rp     209,500
2. IHT/JHT/Pensiun --
Jml Pengurang Rp209,500 + Rp0Rp     209,500
Neto Sebulan Rp4,190,000 - Rp209,500Rp  3,980,500
Neto Setahun Rp3,980,500 x 12Rp47,766,000
Pengurang PTKP K.2Rp30,375,000
PKP Rp47,766,000 - Rp30,375,000Rp17,391,000
PPh 21 Setahun Rp17,391,000 x 5% (Tarif Ps. 17)Rp     869,550
PPh 21 Sebulan Rp869,550 / 12Rp       72,462

Dari table tersebut kita sudah ketahui bahwa PPh Pasal 21 atas gaji normal yang diterima oleh Kuat Kurniawan adalah sebesar Rp72,462. Lalu bagaimana PPh Pasal 21 atas penghasilan THRnya? Untuk lebih jelasnya, perhatikan table berikut ini !

Gaji Pokok-Rp  3,500,000
Tunjangan Klg
1. Tunjangan Istri  10% x Rp3,500,000Rp     350,000
2. Tunjangan Anak4% x Rp3,500,000Rp     140,000
Jml Tunjangan Klg Rp350,000 + Rp140,000Rp     490,000
Gaji & Tunj. Klg Rp3,500,000 + Rp490,000Rp  3,990,000
Tunjangan Pajak-Rp     100,000
Tunjangan Makan -Rp     100,000
Bruto Sebulan -Rp  4,190,000
Ph.Bruto Setahun Rp4,190,000 x 12Rp50,280,000
THR -Rp  4,190,000
Bruto Setahun & THR Rp50,280,000 + Rp4,190,000 Rp54,470,000
Pengurang
1. Biaya Jabatan Rp54,470,000 x 5% Rp  2,723,500
2. IHT/JHT/Pensiun --
Total PengurangRp2,723,500 + Rp0Rp  2,723,500
Neto Setahun Rp54,470,000 - Rp2,723,500Rp51,746,500
PTKP K.2 Rp30,375,000
PKP Rp51,746,500 - Rp30,375,000 Rp21,371,500
PPh 21 Gaji & THR Rp21,371,500 x 5%  Rp  1,068,575
PPh 21 Gaji Setahun Lihat Table PPh 21 Normal Rp     869,550
PPh 21 Gaji Sebulan Rp869,550 / 12Rp       72,462
PPh 21 Atas THR Rp1,068,575 - Rp869,550 Rp     199,025

Dari table tersebut di atas telah diketahui bahwa PPh Pasal 21 atas penghasilan berupa THR yang diterima oleh Kuat Kurniawan adalah sebesar Rp199,025. Sekarang saatnya kita akan menghitung PPh Pasal 21 atas penghasilan berupa Bonus yang diterima oleh Kuat Kurniawan. Untuk lebih jelasnya perhatikan table di bawah ini !

Gaji Pokok-Rp  3,500,000
Tunjangan Klg
1. Tunjangan Istri  10% x Rp3,500,000Rp     350,000
2. Tunjangan Anak4% x Rp3,500,000Rp     140,000
Jml Tunjangan Klg Rp350,000 + Rp140,000Rp     490,000
Gaji & Tunj. Klg Rp3,500,000 + Rp490,000Rp  3,990,000
Tunjangan Pajak-Rp     100,000
Tunjangan Makan -Rp     100,000
Bruto Sebulan -Rp  4,190,000
Ph.Bruto Setahun Rp4,190,000 x 12Rp50,280,000
Bonus -Rp  2,000,000
Bruto Setahun & Bonus Rp50,280,000 + Rp2,000,000 Rp52,280,000
Pengurang
1. Biaya Jabatan Rp52,280,000 x 5% Rp  2,614,000
2. IHT/JHT/Pensiun --
Total PengurangRp2,614,000 + Rp0Rp   2,614,000
Neto Setahun Rp52,280,000 - Rp2,614,000Rp49,666,000
PTKP K.2 Rp30,375,000
PKP Rp49,666,000 - Rp30,375,000 Rp19,291,000
PPh 21 Gaji & Bonus Rp19,291,000 x 5%  Rp     964,550
PPh 21 Gaji Setahun Lihat Table PPh 21 Normal Rp     869,550
PPh 21 Gaji Sebulan Rp869,550 / 12Rp       72,462
PPh 21 Atas Bonus Rp964,550 - Rp869,550 Rp       95,000

Jreng Jreng Jreng....Ketemu deh nilainya. Dari table tersebut diketahui bahwa PPh Pasal 21 atas Bonus yang diterima oleh Kuat Kurniawan adalah sebesar Rp95,000. Dari semua hasil perhitungan PPh Pasal 21 atas keseluruhan penghasilan yang diterima oleh Kuat Kurniawan adalah Rp72,462 + Rp199,025 + Rp95,000 = Rp366,487. Dan untuk membuktikannya,kita perhatikan table berikut ini !

Gaji Pokok-Rp  3,500,000
Tunjangan Klg
1. Tunjangan Istri  10% x Rp3,500,000Rp     350,000
2. Tunjangan Anak4% x Rp3,500,000Rp     140,000
Jml Tunjangan Klg Rp350,000 + Rp140,000Rp     490,000
Gaji & Tunj. Klg Rp3,500,000 + Rp490,000Rp  3,990,000
Tunjangan Pajak-Rp     100,000
Tunjangan Makan -Rp     100,000
Bruto Sebulan -Rp  4,190,000
Ph.Bruto Setahun Rp4,190,000 x 12Rp50,280,000
THR -Rp  4,190,000
Bonus - Rp  2,000,000
Gaji Setahun, THR & Bonus - Rp56,470,000
Pengurang
1. Biaya Jabatan Rp56,470,000 x 5% Rp  2,823,500
2. IHT/JHT/Pensiun --
Total Pengurang Rp2,823,500 + Rp0 Rp  2,823,500
Neto Setahun Rp56,470,000 - Rp2,823,500 Rp53,646,500
PTKP K.2  Rp30,375,000
PKP Rp53,646,500 - Rp30,375,000 Rp23,271,500
PPh 21 Gaji, THR, & Bonus Rp23,271,500 x 5% Rp  1,163,575
PPh 21 Gaji Setahun Lihat Table Gaji Normal Rp     869,550
PPh 21 Gaji Sebulan Rp869,550 / 12 Rp       72,462
PPh 21 THR & Bonus Rp1,163,575 - Rp 869,550 Rp     294,025
PPh 21 Atas THR Lihat Table THR Rp     199,025
PPh 21 Atas Bonus Rp294,025 - Rp199,025 Rp       95,000

Dari table tersebut diatas kita ketahui bahwa nilai PPh pasal 21 atas gaji, THR dan Bonus adalah benar. Sehingga Take Home Pay yang diterima oleh Kuat Kurniawan adalah sebagai berikut :

Gaji Pokok-Rp  3,500,000
Tunjangan
1. Keluarga Rp     490,000
2. Pajak Rp     100,000
3. MakanRp     100,000
THR -Rp  4,190,000
Bonus -Rp  2,000,000
Total Penghasilan -Rp10,380,000
Potongan PPh Pasal 21
1. PPh 21 Gaji Rp       72,462
2. PPh 21 THRRp      199,025
3. PPh 21 Bonus Rp       95,000
Total PPh Pasal 21 - Rp     366,487
Take Home Pay - Rp10,013,513

Nah, dari semua contoh kasus seperti tersebut diatas kini kita bisa mengetahui bagaimana konsep pemotongan dan pemungutan PPh Pasal 21 atas penghasilan berupa Gaji, THR dan Bonus. Dan akhirnya, penghasilan bersih yang diterima oleh Kuat Kurniawan adalah sebesar Rp10,013,513. Hmm..jumlah yang cukup banyak dan dijamin bahagia karena dengan jumlah uang tersebut, dijamin Idhul Fitri akan berjalan penuh dengan senyum bahagia.hehehe

Kiranya sekian dulu posting dari saya kali ini, dan jika sobat-sobat kuat.Com semunya membutuhkan pertanyaan dan bantuan, bisa hubungi saya di line 0813 1684 5354 atau via email payrollassistantservices@gmail.com. Selama saya sedang tidak menyetir pasti akan saya layani dengan sepenuh hati. Terima kasih, salam luar biasa dan semoga bermanfaat untuk kita semua.